Minuman Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil Hingga Persalinan

Minuman Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil Hingga Persalinan

Minuman yang dilarang untuk ibu hamil

Selain kebutuhan asupan nutrisi dari makanan, disaat masa kehamilan ibu juga sangat membutuhkan cairan untuk tubuh dan kesehatan janin. Kebutuhan cairan tubuh juga akan terus semakin meningkat seiring tumbuh kembang janin. Cairan juga dibutuhkan agar tidak menimbulkan tubuh menjadi dehidrasi. Tetapi Anda juga harus mengetahui mana minuman yang di anjurkan dan mana minuman yang dilarang untuk ibu hamil. Karena hal ini juga akan mempengaruhi kesehatan Anda dan juga sang janin.

Oleh karena itu, tidak semua jenis minuman aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Apalagi jika mengonsumsinya secara berlebihan dan tidak dalam batas yang wajar.

Efek dari mengonsumsi secara berlebihan selain dapat menganggu kesehatan ibu hamil, juga akan menganggi tumbuh kembang janin. Selain itu juga akan muncul komplikasi lain yang dapat membahayakan kehamilan Anda. Oleh karena itu, sangat perlu diketahui oleh Anda jenis minuman apa saja yang dilarang untuk ibu hamil. Inilah beberapa minuman yang sebaiknya di hindari pada masa kehamilan Anda, antara lain:

  1. Jenis susu yang tidak mengalami dipasteurisasi

Dipasteurisasi atau pasteurisasi adalah proses pemanasan suatu makanan atau minuman yang bertujuan untuk membunuh organisme yang merugikan seperti bakteri jahat, protozoa dan lainnya, yang akan menghambat pertumbuhan mikroba pada pada makanan ataupun minuman.

Minum susu pada umumnya merupakan cara menyehatkan tubuh dalam membantu pemenuhan kebutuhan nutrisi harian Anda. Akan tetapi, Anda juga harus cermat dalam memilih jenis usus yang akan dikonsumsi.

Pada masa kehamilan, Anda harus menghindari susu yang tidak dipasteurisasi, karena bakteri yang terdapat pada susu tidak dipasteurisasi akan membahayakan tubuh Anda dan juga janin. Bakteri pada susu yang tidak dipasteurisasi akan menyebabkan kerusakan permanen pada palsenta Rahim.

  1. Rumput gandum

Walaupun sari rumput gandum memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh. Akan tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan oleh ibu hamil, justru dapat membahayakan kesehatan.

Melihat kondisi panen rumput gandum dalam kondisi yang lembab, sehingga akan lebih banyak resiko kontaminasi akibat dari mikroba dan juga jamur.

Oleh karena itu, Anda harus menghindari jus atau sari rumput gandum yang terbuat dari bahan-bahan yang mentah.

  1. Bersoda

Banyak sekali jenis soda yang sudah beredar, saat ini juga sangat popular dengan diet soda. Walaupun telah diklaim lebih sehat, akan tetapi jika dikonsumsi oleh wanita hami sangat tidak disarankan.

Biasanya dalam salah satu bahan utama pembuatan minuman diet akan terdapat kafein. Dan juga kandungan pemanis buatan yang terdapat pada minuman diet sehat ialah sakarin.

Apa sih sakarin itu? Sakarin merupakan bahan kimia yang sangat mudah membahayakan plasenta hingga ke janin. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, bahan ini akan mempengaruhi pertumbuhan janin dan juga sangat beresiko menyebabkan bayi menjadi cacat.

  1. Kafein

Minum kopi tidak hanya lelaki saja, sebagian wanita tak sedikit telah kecanduan dengan minuman satu ini. Bahkan hingga hamil pun hasrat untuk minum Tak sedikit wanita yang kini ‘kecanduan’ minum kopi, sehingga bahkan saat hamil pun keinginan untuk minum kopi tetap tinggi.

Faktanya, menghilangkan atau menghindari mengonsumsi yang berkafein akan menjadikan tubuh lebih baik. Akan tetapi Anda bisa memulainya dengan membatasi atau mengurangi jumlah minuman yang berkafein, semisal 1 hari cukup saru cangkir.

Pada saat di trimester pertama mulailah untuk mengurangi minuman yang berkafein., untuk menghindari adanya resiko keguguran.

  1. Green Tea

Teh hijau kerap sekali di jadikan alasan sebagai minuman yang menyehatkan tubuh. Tetapi jika Anda dalam kondisi hamil, alangkah baiknya untuk menguranginya. Karena teh hijau juga mengandung kafein.

Mengonsumsi teh hijau secara berlebihan dapat meningkatkan metabolism dalam tubuh yang sudah mencapai puncaknya di saat masa kehamilan.

Apabila kondisi tersebut dipadukan dengan kurangnya penyerapan asam folat, maka kondisi ini dapat menimbulkan efek pada kandungan Anda.

  1. Minuman Kemasan

Mengikuti gaya hidup yang kekinian saat ini, menjadikan sering mengonsumsi minuman yang berbagai rasa hingga bersoda. Mengonsumsi minuman seperti itu juga kerap sekali dijadikan seperti makanan ringan yang di konsumsi sehari-harinya. Perlu di ingat juga minuman yang terdapat pada kemasan memiliki kadar gula yang tinggi hingga adanya pemanis buatan.

Walaupun minuman yang memiliki bermacam rasa dan bersoda dapat meredakan mual dan menyegarkan tubuh kembali. Tetapi mengonsumsi minuman ini secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan organ tubuh, apalagi untuk kesehatan janin.

Minuman seperti itulah yang akan menyebabkan munculnya resiko diabetes gestasional, dan pada akhirnya akan memicu komplikasi lainnya entah itu pada saat masa kehamilan maupun pasca persalinan nantinya.

  1. Alkohol

Minuman yang sangat di larang walaupun keadaan tubuh Anda sehat. Tetapi masih banyak juga yang beranggapan minuman berakohol masih sedikit aman di konsumsi oleh ibu hamil. Tetapi kenyataanya justru sebaliknya.

Walaupun Anda hanya meminumnya dalam jumlah sedikit, tetapi alkohol ini sangat cepart berpengaruh pada kondisi janin. Salah satu resiko yang sering terjadi ialah penyebab cacat pada janin, gangguan pada tumbuh kembang janin hingga kelahiran, hambatan perkembangan organ tubuh.

Oleh karena itu, hindari minuman yang sekiranya dilarang untuk ibu hamil. Untuk kebutuhan cairan dalam tubuh, lebih baik Anda minum air putih minimal sesuai aturan harian, atau bisa juga minum jus buah yang pasti aman untuk ibu hamil. Jangan lupakan keamananya dalam setiap mengonsumsi apapun.

Sekian informasi terkait minuman yang dilarang untuk ibu hamil, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Sayuran Sehat Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil dan Kesehatan Janin

Sayuran Sehat Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil dan Kesehatan Janin

Pada masa kehamilan, Anda harus selalu memperhatikan asupan makanan yang berguna bagi kesehatan Anda dan juga janin. Asupan makanan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi untuk tubuh sendiri, melainkan untuk janin. Untuk mendapatkan nutrisi yang baik tentu saja Anda membutuhkan makanan yang sehat.

Perhatikan juga, apakah yang Anda konsumsi itu aman untuk kehamilan Anda. Karena, apabila Anda salah dalam memilih makanan dapat membuat janin dan juga diri Anda sendiri terkena dampaknya.

Pada masa kehamilan, Anda disarankan untuk selalu makan banyak sayuran, hal ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dan juga perkembangan sang janin. Akan tetapi, tidak semua sayuran juga baik untuk dikonsumsi dalam kondisi ibu hamil loh. Apa saja sih sayuran yang tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hamil? Mari simak bersama penjelasa dibawah ini.

Daun pepaya pemicu ari-ari janin menjadi rapuh

Ternyata daun papaya salah satu sayuran yang dilarang untuk ibu hamil, apa alasannya? Sebab daun ini bisa menyebabkan gangguan pada kehamilan, gangguan yang bisa dialami jika tetap mengonsumsi daun pepaya ini yaitu ari-ari janin menjadi lebih rapuh.

Hal ini dapat terjadi pada usia kehamilan yang masih menginjak dua minggu atau yang baisa disebut dengan hamil muda. Untuk menghindari adanya bahaya terhadap kehamilan Anda, biasanya Anda akan disarankan untuk tidak mengonsumsi sayuran ini terlebih dahulu. Masih banyak jenis sayuran lainnya yang dapat membantu kehamilan Anda lebih sehat.

Apabila Anda tetap menginginkan pemenuhan asupan nutrisi dari sayuran, Anda dapat mengonsumsi sayuran hijau lainnya seperti brokoli, bayam, buncis dan masih banyak lainnya. Nanti kita bahas di halaman lainnya ya.

Sayuran mentah berisiko penyebab keguguran

Sayuran mentah ini identic dengan lalapan, dalam kandungan sayuran mentah ini baisanya masih terdapat pestisida yang sangat beresiko menyebabkan keguguran janin Anda. Makan-makanan yang biasa dilengkapi lalapan seperti ayam goreng, ikan, dan lainnya tentu akan terasa nikmat ya. Bagi Anda yang suka sekali makan dengan tambahan lalapan mentah, sebaiknya dihindari dulu saat hamil ya, terutama saat Anda masih hamil muda sangat rentan sekali dengan janin Anda.

Lalapan mentah seperi kol, timun, kobis dan lain sebagainya, walupaun sudah tercuci dengan bersih, sangat di khawatirkan masih ada sisa-sisa pestisida yang menempel.

Apa sih pestisida itu? Pestisida merupakan bahan kimia yang beracun dan berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh. Pestisida biasanya digunakan untuk membuat tanaman lebih subur.

Pada saat kehamilan Anda masih muda, akan sangat rentan sekali terkena resiko keguguran. Berbagai gangguan salah satunya ialah penyebab dari mengonsumsi sayuran mentah atau lalapan mentah sehingga akan memperburuk kondisi kesehatan semasa Anda hamil.

Alangkah baiknya untuk tidak mengonsumsi sayuran mentah untuk dijadikan lalapan, Anda dapat merebusnya terlebih dahulu supaya aman dikonsumsi. Selalu perhatikan Asupan makanan agar kehamilan Anda tidak mengalami gangguan.

Pare penyebab kelahiran prematur

Pare salah satu jenis sayuran yang termasuk dalam golongan buah-buahan. Pare memiliki citarasa yang pahit, namun entah mengapa banyak sekali orang yang menyukai jenis sayuran pahit ini. Bahkan sampai ada yang dijadikan lalapan, jangan dicontoh ya, apalagai jika kandungan Anda masih muda.

Kenapa sih pare dijadikan sebagai sayuran atau buah yang dilarang dikonsumsi untuk ibu hamil?

  • Adanya senyawa alkali yang terdapat pada sayur pare ini dapat membuat Anda sering mengalami sakit perut, diare, mual hingga pada gangguan mata.
  • Pare juga dapat mempengaruhi kadar gula darah, jadi untuk ibu hamil yang mengalami diabetes tidak disarankan untuk mengonsumsi sayur pare ini entah itu dalam bentuk lalapan maupun yang sudah dijadikan sayuran matang.
  • Pare dapat membuat kelahiran si kecil menjadi premature atau bahkan yang lebih parah lagi hingga menimbulkan keguguran.

Premature atau lahir sebelum waktunya dapat membawa pengaruh pada perkembangan organ tubuh si kecil dan sistem imun menjadi kurang. Masih banyak sayuran lainnya yang dapat dijadikan pengganti pare ini, seperti oyong, paprika, tomat, wortel dan lainnya.

Makan taoge menyebabkan gangguan pada kehamilan

Sayuran yang memiliki bentuk lebih kecil dibandingkan dengan jenis sayur lainnya. Siapa sangka, sayuran yang dapat membuat tubuh menjadi lebih subur malahan dapat menyebabkan gangguan pada kehamilan. Kenapa sih tidak boleh makan taoge?

Kehamilan akan rentan sekali mengalami gangguan apabila Anda mengonsumsinya secara berlebihan, karena terlihat dari bentuk sayur ini yang kecil mungil dan sangat sulit untuk dibersihkan.

Tidak membersihkan taoge dengan maksimal, sangat dikhawatirkan sayuran ini masih tertempel sisa-sisa pestisida.

Itulah yang menyebabkan sayur taoge tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hamil. Mengonsumsi sayuran yang masih mengandung pestisida sama saja dengan Anda memasukkan racun kedalam tubuh sendiri.

Mikroba masih hidup pada sayur kangkung

Mikroba atau mikroorganisme yang memiliki ukuran sangat kecil dan tidak akan terlihat jika dilihat dengan mata telanjang.

Salah satu makanan yang terdapat mikroba walaupun sudah dimasak ialah sayur kangkung. Dikhawatirkan masih ada mikroba yang tertempel pada sayur kangkung, walaupun sudah matang.

Mikroba dapat membahayakan kesehatan tubuh hingga menyebabkan kematian, gangguan kesehatan yang bisa dialami akan membuat Anda dan calon bayi berada dalam risiko berbahaya

Itulah beberapa sayuran yang harus Anda hindari dan hentikan untuk mengonsumsinya, sebab memiliki bahaya bagi kehamilan Anda.

Tips atau cara aman untuk mengonsumsi sayuran untuk ibu hamil

Terkait benar atau tidaknya beberapa sayurna tersebut berbahaya pada ibu hamil, Anda juga tetap perlu waspada. Walaupun sayur yang akan Anda konsumsi sudah aman, tetapi dari segi pengolahan kurang tepat juga dapat membahayan kondisi janin Anda. Tips atau cara aman untuk mengonsumsi sayuran, antara lain:

  1. Pilihlah sayuran yang aman untuk dikonsumsi sesuai dengan kondisi kesehan dan janin Anda. Untuk mengetahui ini dapat Anda konsultasikan secara langsung dengan dokter yang menangani kehamilan Anda.
  2. Selalu cuci hingga bersih dengan air mengalir agar sisa pestisida maupun mikroba ikut mengalir dengan air.
  3. Masak hingga benar-benar matang.
  4. Konsumsilah secukupnya dan tidak berlebihan.

Mengonsumsi apapun itu, walapun sangat baik untuk kebutuhan di masa kehamilan Anda, apabila Anda mengonsumsinya secara berlebihan makan akan menimbulkan efek yang berbahaya bagi kondisi tubuh Anda maupun kondisi janin.

Sekian informasi terkait sayuran yang dilarang untuk ibu hamil, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Inilah Fakta Terkait Buah Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Inilah Fakta Terkait Buah Yang Dilarang Untuk Ibu Hamil

Pada saat masa kehamilan, ibu hamil harus banyak memperoleh nutrisi entah itu dari sayuran, buah maupun dari olahan hewani. Salah satu nutrisi yang dapat ibu ambil ialah dari buah-buahan. Buah banyak sekali mengandung nutrisi yang sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Akan tetapi perlu diketahui juga, ada beberapa buah yang dilarang untuk ibu hamil karena dianggap dapat menyebabkan adanya gangguan pada masa kehamilan. Apakah hal tersebut benar?

Buah merupakan salah satu jenis makanan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Asupan nutrisi yang cukup, sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin. Meski begitu, ada beberapa jenis buah yang biasanya dilarang untuk dikonsumsi saat hamil karena berbagai alasan.simak terkait fakta dibalik buah yang dilarang untuk ibu hamil.

Fakta di Balik Buah yang Dilarang untuk Ibu Hamil

Berikut ini adalah fakta mengenai berbagai buah yang diyakini berbahaya dan dilarang untuk ibu hamil, antara lain:

  1. Durian

Konsumsi durian saat hamil diyakini bisa memicu keguguran, perdarahan berlebih saat persalinan, hingga cacat lahir.

Faktanya, buah ini mengandung berbagai senyawa sehat, seperti organo-sulfur dan tryptophan, antioksidan, antimikroba, serta antibakteri, yang baik untuk ibu hamil.

Durian boleh dikonsumsi oleh ibu hamil asal tidak berlebihan. Meski begitu, ibu hamil yang menderita diabetes atau tekanan darah tinggi disarankan untuk tidak mengonsumsi durian, karena buah ini dapat memperparah kedua penyakit tersebut.

  1. Pepaya

Ibu hamil sering dilarang makan pepaya karena dipercaya dapat memicu sakit perut sebelum melahirkan dan menyebabkan keguguran, lebih tepatnya untuk pepaya muda. Hal ini ternyata tidak sepenuhnya salah.

Pepaya muda yang kulitnya masih hijau memiliki kandungan lateks dan papain yang tinggi. Lateks dalam pepaya dapat menyebabkan kontraksi rahim sehingga memicu persalinan dini. Tidak hanya itu, lateks juga dapat memicu alergi, sehingga sebaiknya dihindari.

Sedangkan papain dalam pepaya muda memiliki efek yang mirip dengan prostaglandin, yaitu hormon yang dapat menginduksi atau merangsang persalinan.

Berbeda dengan pepaya muda, pepaya matang yang kulitnya sudah berwarna oranye atau kuning justru baik untuk ibu hamil. Pepaya yang matang merupakan sumber berbagai vitamin, seperti folat dan vitamin A, yang baik untuk ibu hamil.

  1. Nanas

Mengonsumsi nanas saat hamil dipercaya dapat menyebabkan keguguran, dan berisiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat. Isu ini mungkin berasal dari kandungan enzim bromelain dalam nanas.

Bromelain dalam bentuk tablet memang tidak direkomendasikan untuk wanita hamil, karena dapat mengganggu keseimbangan protein tubuh dan menyebabkan perdarahan. Meski begitu, kadar bromelain dalam buah nanas cukup rendah sehingga tidak sampai memengaruhi kondisi ibu hamil dan janin.

Bila dikonsumsi dalam jumlah wajar, nanas justru baik bagi ibu hamil, karena merupakan sumber vitamin C dan zat besi. Namun, sebaiknya hindari makan nanas terlalu banyak, karena dapat meningkatkan asam lambung.

  1. Pare

Buah yang sering dikira sayuran ini dipercaya bisa menyebabkan kontraksi rahim, sehingga perlu dihindari oleh ibu hamil. Kepercayaan ini berasal dari pengobatan tradisional yang menggunakan pare untuk aborsi.

Hingga saat ini, belum ada studi yang menyebutkan bahwa pare bisa menyebabkan keguguran. Jadi bila Bumil ingin makan pare, boleh saja, tapi konsumsilah dalam jumlah wajar.

Meski begitu, pare bisa memengaruhi kadar gula darah. Jadi, ibu hamil dengan diabetes disarankan untuk tidak makan pare.

  1. Nangka

Anda mungkin sering mendengar bahwa nangka tidak baik dikonsumsi saat hamil. Menurut sebagian mitos, nangka dapat menyulitkan proses persalinan sehingga menyebabkan bayi lahir cacat. Sementara mitos lainnya mengatakan bahwa nangka bisa memicu keguguran.

Faktanya, belum ada penelitian ilmiah yang dapat membuktikan mitos-mitos tersebut, sehingga ibu hamil masih boleh mengonsumsinya. Nangka justru diketahui mengandung beragam vitamin dan mineral yang baik untuk ibu hamil.

Baca juga: Fakta Tersimpan! Ibu Hamil Konsumsi Buah Nangka Untuk Kesehatan

Namun, konsumsi nangka sekadarnya saja ya. Buah ini bisa memengaruhi kadar gula darah, sehingga tidak dianjurkan untuk ibu hamil yang menderita diabetes. Hindari juga mengonsumsi nangka fermentasi, karena mengandung alkohol yang tidak baik untuk ibu hamil.

Pada saat hamil, masih banyak pilihan buah lain yang bisa dikonsumsi tanpa keraguan, seperti alpukat, pisang, dan apel. Selalu pilih buah dalam kondisi matang dan cucilah buah sebelum disantap, untuk memastikan buah aman dan bersih.


Memang ada banyak mitos tentang buah yang dilarang untuk ibu hamil, namun belum ada penelitian yang dapat membuktikannya. Meski begitu, konsumsilah buah-buah tersebut dalam batas yang wajar. Apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu, lakukanlah pemeriksaan kedokter, sehingga pemilihan buah dapat disesuaikan dengan kondisi kehamilan Anda.

Sekian informasi terkait buah yang dilarang untuk ibu hamil, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Fakta Tersimpan! Ibu Hamil Konsumsi Buah Nangka Untuk Kesehatan

Fakta Tersimpan! Ibu Hamil Konsumsi Buah Nangka Untuk Kesehatan

Buah nangka selain memiliki rasa yang enak juga memiliki manfaat apabila dikonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan. banyak mitos yang beredar bahwa ibu hamil konsumsi buah nangka akan membahayakan janin, apakah benar? Apakah hal tersebut benar? Yuk simak bersama-sama.

Pada saat masa kehamilan kebutuhan nutrisi, vitamin dan mineral tubuh ibu hamil akan sangat meningkat lebih tinggi dibandingkan biasanya. Konsumsi sumber vitamin pun menjadi penting. Kebutuhan pangan dapat diperoleh dari buah-buahan, sayur, dan juga makanan hewani.

Banyak buah yang dapat ibu hamil konsumsi saat masa kehamilan, salah satunya ialah buah nangka. Buah dengan daging berwarna kuning dan rasa manis khas ini bisa menjadi salah satu sumber vitamin untuk ibu hamil.

Sayangnya, nangka seringkali disebut-sebut tidak aman untuk dimakan oleh ibu hamil. Terutama karena efek samping yang dimilikinya. Padahal jika dikonsumsi secara wajar dan tidak berlebihan, buah nangka juga memiliki manfaat yang baik bagi ibu hamil.

Kandungan nutrisi dan vitamin dalam buah nangka

Faktanya buah nangka memiliki segudang nutrisi dan juga vitamin loh, apa saja ya? Secara sepintas buah nangka ini seperti buah durian, dari sisi mitosnya saja sama “sebagai buah yang dilarang bagi ibu hamil”. Tetapi apakah sama persis kandungan yang terdapat pada buah nangka seperti di buah durian. Inilah beberapa kandungan yang terdapat pada buah nangka, antara lain:

  • Buah nangka dikenal sebagai salah satu buah yang memiliki kandungan vitamin dan mineral tinggi.
  • Buah nangka diketahui memiliki 155 kalori per cangkirnya.
  • Buah ini juga mengandung lemak jenuh yang rendah
  • Buah nangka juga memiliki sisi rendah kolesterol dan juga rendah natrium serta gula.
  • buah nangka mengandung asam folat, tiamin, niasin, riboflavin, vitamin C dan vitamin A.
  • sejumlah mineral seperti mangan, kalium, besi, dan kalsium juga ada di dalam buah nangka.
  • Serat

Itulah yang menjadikan buah nangka sebagai salah satu buah yang baik untuk dikonsumsi.

Serat yang ada dalam buah nangka juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan Bunda pada saat hamil.

Kandungan gula dalam nangka juga sangat sedikit, sehingga baik untuk dikonsumsi ibu hamil yang berisiko terkena diabetes gestasional. Berbagai kandungan vitamin dan mineral dalam nangka membuatnya menjadi camilan sehat dengan sifat antimikroba dan antikanker.

Amankah ibu hamil makan buah nangka?

Tidak sedikit ibu hamil yang masih ragu akan manfaat buah nangka pada masa kehamilannya. Walaupun buah nangka ini tinggi akan kandungan vitamin dan juga mineral, banyak ibu hamil yang masih khawatir dengan efek samping buah nangka di masa kehamilan.

Padahal sejauh ini, belum ada penelitian maupun literatur yang mengungkapkan bahwa ada kaitan antara konsumsi nangka dengan efek buruk terhadap kehamilan.

Salah satunya disebutkan bahwa makan nangka dapat membuat ibu hamil keguguran. Padahal belum terbukti secara ilmiah kandungan dalam nangka yang dapat membuat keguguran.

Bisa dikatakan informasi-informasi tersebut hanya mitos belaka. Yang terpenting, konsumsi buah ini sewajarnya saja dan tidak berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk tubuh.

Manfaat mengonsumsi buah nangka bagi ibu hamil

Mengonsumsi buah nangka sebenarnya dapat memberikan berbagai macam manfaat bagi ibu hamil, termasuk salah satunya untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang dibutuhkan pada saat trimester kedua dan ketiga. Memang apa saja manfaat yang didapat oleh ibu hamil setelah mengonsumsi buah nangka?

  • Menjaga kestabilan tekanan darah

Tekanan darah yang naik terlalu tinggi selama masa kehamilan dapat membahayakan kesehatan Bunda maupun janin dalam kandungan. Oleh karena itu makan nangka diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

  • Menjadikan sumber energi tubuh

Pada masa kKehamilan akan menyebabkan ibu hamil kerap merasa lemas dan lesu karena meningkatnya kebutuhan energy tinggi. Apabila Anda sedang mengalaminya, buah nangka dapat dijadikan solusi alternative sebagai sumber energi yang baik bagi tubuh, sehingga Anda tidak mudah lelah.

  • Membantu memperbaiki sistem pencernaan

Biasanya disaat masa kehamilan akan menjadikan Anda sulit untuk buang air besar alias sembelit. Kandungan serat dalam nangka cukup untuk memenuhi hampir 10 persen dari asupan serat harian. Kondisi ini membantu melancarkan pergerakan usus, mencegah sembelit, dan mengoptimalkan proses pencernaan.

  • Membantu kebutuhan nutrisi janin

Vitamin A, vitamin C, folat, zat besi, dan banyak senyawa lainnya yang terkandung dalam buah nangka memainkan peran penting dalam tumbuh kembang janin.

  • Menjaga sistem imun

Kandugan vitamin C yang dimiliki nangka juga dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh Anda saat hamil

Jangan berlebihan mengonsumsi buah nangka!! ini akibatnya..

Tenyata jika Anda mengonsumsi buah nangka berlebihan dapat menimbulkan efek samping loh. Walaupun buah nangka ini memiliki segudang manfaat untuk masa kehamilan, tetap saja apapun yang dikonsumsi secara berlebihan akan tidak baik untuk kesehatan tubuh.

Sebelum mengonsumsi buah nangka, alangkah baiknya untuk perhatikan beberapa aspek keamanan, seperti riwayat kesehatan dan juga kondisi kehamilan Anda.

Apa saja efek samping yang ditimbulkan akibat makan buah nangka secara berlebihan? Antara lain:

  • Perlu di ingat apabila Anda memiliki permasalahan pada transplantasi jaringan pada saat hamil akan menyebabkan ketidakseimbangan imun tubuh. Walaupun buah nangka ini rendah akan gula dan glukosa, tetapi jika dikonsumsi secara terus menerus akan tetap berfluktuasi pada kesehatan.
  • Hindari makan nangka apabila memiliki alergi. Alergi yang ditimbulkan oleh buah angka dapat menimbulkan reaksi seperti gatal atau adanya ruam merah pada kulit

Tips aman mengonsumsi buah nangka pada saat masa kehamilan

Nangka dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, baik dalam bentuk buah potong biasa atau bentuk lainnya.

Selain dimakan langsung, ibu hamil juga bisa mengonsumsi nangka dalam bentuk olahan seperti keripik. Tapi tetap ingat untuk mengonsumsi makanan ini secukupnya saja, ya. Tips aman mengonsumsi buah nangka pada saat hamil, antara lain:

  • Pastikan untuk memilih buah nangka sudah matang, dapat ditandai dengan aroma buah nangka yang sangat kuat.
  • Daging buah nangka memiliki warna yang kuning cerah (masih segar)
  • Tekstur daging padat dan juga kenyal
  • Rasa manis dan tidak terlalu banyak getah, ini juga menunjukan bahwa buah nangka tersebut sudah matang sempurna dan juga sudah tua.

Bagaimana dengan mitos buah nangka pada masa kehamilan?

Untuk saat ini belum ada yang menegaskan bahwa buah nangka dapat membahayakan bagi kehamilan, terkecuali jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan.

Kesimpulannya, konsumsi buah nangka yang dapat menyebabkan keguguran hanya mitos dan belum memiliki bukti ilmiah.

Konsumsi buah nangka jika dalam jumlah yang cukup, maka akan baik bagi kesehatan, tetapi jika mengonsumsinya secara berlebihan bisa menimbulkan beberapa efek tertentu.

Sekian informasi terkait buah nangka untuk ibu hamil, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Tips Atasi Rasa Nyeri Bekas Jahitan Pasca Operasi Caesar

Tips Atasi Rasa Nyeri Bekas Jahitan Pasca Operasi Caesar

Rasa nyeri pasca operasi caesar – Proses melahirkan yang sering dipilih oleh wanita ialah melalui operasi caesar, karena seringklai beranggapan cepat selesai dan tidak merasakan sakit dibandingkan dengan persalinan secara normal.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa operasi caesar akan berakhir banyak komplikasi? Pada saat obat bius telah habis berekasi, maka bekas luka operasi caesar dapat menimbulkan rasa nyeri apabila Anda tidak merawatnya dengan baik dan yang paling parah lagi dapat menimbulkan komplikasi luka.

Melahirkan secara normal akan menciptakan luka yang terjadi pada jalan kelahiran, berbeda dengan operasi caesar. Untuk operasi caesar, jalan kelahiran akan di buat melalui sayatan diperut dan membuka Rahim. Dari segi persalinan saja berbeda, dari segi penyembuhannya pun akan berbeda. Untuk persalinan yang melalui operasi caesar akan lebih ekstra lagi dalam menghadapi penyembuhan luka.

Selain itu, setelah proses persalinan normal akan langsung di perbolehkan pulang atau hanya akan menginap sehari. Berbeda dengan yang menjalani persalinan caesar akan menunggu hingga 3 hari, karena adanya observasi terhadap jahitan caesar.

Luka terasa nyeri pasca operasi caesar

Untuk penyembuhan luka pasca operasi caesar akan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 6 bulan.hal ini juga tergantung dari masing-masing individu dalam melakukan perawatan luka, selain itu juga ada atau tidaknya infeksi pada aliran darah ke daerah luka, nutrisi yang masuk ke tubuh dan juga penyakit yang di idap akan mempengaruhi penyembuhan luka caesar.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan luka, antara lain:

  • Tingkat nyeri luka bekas operasi caesar juga berbeda-beda dari setiap individu
  • Perbedaan panjang luka
  • Proses penjahitan luka
  • Serta kondisi psikologis juga turut mempengaruhi keparahan nyeri tersebut.

Pada sebagian besar kasus, rasa nyeri sudah tidak dirasakan dalam kurun waktu enam minggu setelah melahirkan caesar. Akan tetapi, ada beberapa faktor juga yang dapat menimbulkan rasa nyeri terjadi. Antara lain:

  • Adanya peregangan pada daerah sekitar luka
  • Terjadi tekanan pada perut akibat aktivitas yang berat atau pergerakan tertentu.
  • Gesekan antara luka dengan kain
  • Naik turun tangga
  • Salah posisi tidur

Cara mengatasi nyeri pada luka pasca operasi caesar

Untuk mengatasinya, dokter akan memberikan obat nyeri. Tetapi pada umumnya, obat anti-nyeri sudah cukup untuk mengatasi luka bekas operasi caesar. Namun, untuk mendapatkan obat pereda nyeri dibutuhkan rekomendasi atau sesuai resep dokter. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan obat dengan takaran dosis yang tepat sesuai kondisi nyeri yang sedang dialami.

Inilah Tips Atasi Rasa Nyeri Pasca Operasi Caesar:

  1. Air Dingin atau Witch Hazel

Mandi dengan air dingin atau mengompres luka yang nyeri pasca operasi caesar dengan witch hazel bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit. Witch hazel merupakan ekstrak daun dan kulit kayu semak hamamelis yang berkhasiat mendinginkan iritasi dan mempercepat proses penyembuhan luka memar.

  1. Terapi dengan Air Hangat

Cobalah untuk berendam atau mandi di pancuran dengan menggunakan air hangat. Hal ini akan menimbulkan efek relaksasi dan perasaan tenang pada ibu.

  1. Konsumsi Analgesia Oral

Mengkonsumsi obat analgesia oral seperti paracetamol berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, terutama sakit bekas jahitan atau memar pasca operasi caesar. Namun, ibu tetap dianjurkan untuk meminta rekomendasi atau resep dokter terlebih dahulu.

  1. Gel Anestetik

ibu bisa mencoba untuk menggunakan gel anestetik untuk mengurangi rasa nyeri. Gel anestetik adalah obat yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit atau memberi efek mati rasa pada bagian tubuh tertentu untuk sementara.

Obat ini bekerja dengan cara menghambat sinyal penyebab nyeri, sehingga mencegah timbulnya rasa sakit. Gel anestetik bukan merupakan obat bius total, sehingga efek mati rasa yang ditimbulkan tidak disertai dengan hilangnya kesadaran.

  1. Duduk di Sofa atau Cincin Karet

Ibu bisa mencoba dengan duduk bersantai di sofa dan sejenak tidak memikirkan anak terlebih dahulu beberapa menit (merilekskan diri). Sehingga, ibu akan merasa tenang dan segar kembali, sehingga siap dengan segala aktivitas, khususnya merawat Si Kecil.

  1. Latihan Dasar Panggul

Melalui latihan dasar panggul dinilai dapat mengurangi rasa sakit pasca operasi caesar dan memar, karena dapat meningkatkan aliran darah ke daerah tersebut dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

  1. Istirahat sejenak

Apabila Anda merasakan nyeri, lakukan istirahat sejenak jika perlu tidur untuk menenangkan kondisi tubuh. Jangan lakukan kegiatan yang berlebih.

Jika ibu mengalami masalah lain dalam melakukan tips untuk mengurangi rasa nyeri tersebut, ibu dapat melakukan diskusi dengan  dokter ahli untuk mendapatkan solusinya.

Sekian informasi terkait mengatasi rasa nyeri pasca operasi caesar. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Mengenali Tanda Perubahan Bekas Luka Jahitan Operasi Caesar

Mengenali Tanda Perubahan Bekas Luka Jahitan Operasi Caesar

Apa Saja Tanda-tanda Jahitan Caesar Anda Sudah Sembuh?

Setelah menjalani operasi caesar akann meninggalkan rasa sakit yang lebih lama dan juga bekas jahitan caesar di tubuh Anda. Untuk mempercepat pemulihan luka jahitan setelah operasi caesar, Anda akan disarankan untuk melakukan perawatan luka dan menjaga diri. Apabila Anda salah dalam merawat diri, maka akan menyebabkan infeksi. Dan juga sebaliknya jika perawatan yang Anda lakukan dengan baik, maka bekas jahitan caesar pun akan lebih cepat sembuh. Bagaimana cara mengenali tanda jahitan sudah sembuh atau belum?

Tanda bekas jahitan caesar sudah sembuh

Selain meninggalkan bekas luka jahitan pada tubuh Anda, melahirkan secara caesar juga akan membuat Anda merasakan sakit yang lumayan lama. Di minggu pertama setelah operasi caesar pastinya Anda akan merasa tidak nyaman karena rasa sakit selain itu juga dapat menganggu aktivitas harian Anda. Jika Anda melakukan perawatan dengan baik maka jahitan caesar akan pulih dengan cepat.

Beberapa hal yang akan Anda alamin pada luka bekas jahitan caesar antara lain:

  • Jahitan caesar akan terlihat lebih bengkak
  • Kulit akan lebih sedikit timbul
  • Pada luka jahitan maupun kulit area luka jahitan akan lebih berawarna gelap dibandingkan dengan kulit disekitarnya. Ada juga yang masih kemerahan ini petanda bahwa jahitan caesar masih baru.
  • Dapat muncul cairan atau nanah dari luka jahitan

Jangan biarkan luka caesar Anda lembab karena akan memperlambat proses pengeringan. Rawatlah luka jahitan caesar Anda dengan baik dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan.

Ciri-ciri jahitan caesar

Jahitan caesar biasanya hanya memiliki panjangn berukuran 10 hingga 15 cm dan lebar 0,3 cm. akan tetapi semakin lama jahitan caesar ini akan menyusut dalam waktu kurang lebih 6 minggu setelah operasi caesar. Kemudian warna pada bekas jahitan caesar akan menyamai warna kulit disekitarnya. Inilah yang dapat dijadikan sebagai tanda bahwa luka jahitan caesar Anda sudah mulai sembuh.

Rasa gatal akan muncul pada saat proses penyembuhan, hal ini juga sangat normal terjadi karena adanya regenerasi jaringan baru. Selain itu, rasa gatal juga diakibatkan karena terdapat beberapa saraf di daerah bekas jahitan yang terganggu. Sebaiknya jangan menggaruk luka Anda saat gatal, ini justru dapat membuatnya semakin buruk.

Untuk meredakan kulit Anda yang gatal, sebaiknya oleskan krim pereda gatal di sekitar bekas luka. Atau, Anda juga bisa mengompres daerah yang gatal dengan es batu yang dibungkus handuk tipis selama 5-10 menit hingga rasa gatal mereda.

Cara merawat luka jahitan caesar

Beberapa hal dapat Anda lakukan untuk mempercepat penyembuhan luka bekas jahitan caesar Anda, yaitu:

  • Jaga luka agar tetap bersih. Tidak masalah jika luka Anda kena air dan sabun saat mandi, yang terpenting segera keringkan luka dengan handuk bersih. Jika luka masih diperban, ganti perban secara rutin.
  • Biarkan luka Anda terkena udara, hal ini untuk mencegah daerah yang luka menjadi lembab. Udara juga dapat mempercepat penyembuhan luka Anda.
  • Periksakan jahitan caesar Anda ke dokter secara rutin untuk melihat perkembangan penyembuhannya.
  • Istirahat yang cukup dan minum banyak cairan untuk mempercepat pemulihan tubuh Anda setelah operasi caesar.
  • Tetap bergerak untuk menjaga sirkulasi darah Anda berjalan lancar. Namun, hindari membungkuk, memutar tubuh Anda, atau membuat gerakan tiba-tiba. Hindari juga mengangkat sesuatu yang berat.

Tanda Bekas Jahitan Caesar Anda Memiliki Masalah

Melahirkan secara caesar mungkin akan membuat Anda hanya merasakan sedikit sakit saat melahirkan. Namun, setelah Anda melahirkan, Anda akan mendapatkan bekas jahitan caesar. Seperti pada operasi lainnya, operasi caesar juga meninggalkan bekas jahitan pada kulit Anda dan harus Anda rawat sampai kering. Jika tidak, maka bisa saja Anda mengalami masalah pada bekas jahitan setelah operasi caesar.

Normalnya, pada beberapa bulan pertama setelah melahirkan, luka bekas caesar terlihat merah atau merah muda. Kemudian, warna luka menjadi lebih pucat dengan garis tipis. Beberapa wanita mungkin mempunyai luka lebih lebar dan lebih tebal dengan kulit yang timbul. Namun, jika tidak dirawat dengan baik, luka bekas caesar dapat bermasalah.

Masalah bekas jahitan, seperti infeksi, dapat terjadi segera setelah Anda melahirkan atau selama masa pemulihan. Infeksi pada bekas jahitan mungkin jarang terjadi jika Anda merawat bekas jahitan caesar Anda dengan benar. Tapi, jika luka tidak dirawat, hal ini mungkin saja terjadi. Wanita hamil yang melahirkan normal memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami infeksi setelah melahirkan.

Infeksi pada luka bekas jahitan caesar bisa terjadi karena adanya pertumbuhan bakteri pada bekas jahitan Anda. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita yang berisiko tinggi, seperti yang memiliki diabetes, penyakit autoimun, atau komplikasi kehamilan (seperti tekanan darah tinggi).

Apa saja tanda-tanda infeksi pada bekas jahitan caesar?

Jika Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini, sebaiknya segera periksakan luka bekas jahitan sesar Anda ke dokter agar segera mendapat penanganan lebih lanjut.

  • Nyeri, bengkak, atau kemerahan di tempat luka
  • Luka mengeluarkan nanah
  • Perut Anda terasa sakit
  • Demam lebih dari 38° C
  • Masalah saat buang air kecil, seperti nyeri, sensasi terbakar, atau bahkan tidak dapat buang air kecil
  • Keputihan dengan bau tidak enak
  • Perdarahan berlebihan dari vagina Anda, setidaknya dalam waktu satu jam
  • Terdapat gumpalan darah dari vagina
  • Sakit atau bengkak pada kaki

Penanganan segera sangat diperlukan. Jika dibiarkan terus-menerus, Anda mungkin berisiko untuk mengalami sepsis, yaitu infeksi yang dapat menyerang seluruh aliran darah. Tanda-tanda sepsis adalah menggigil, peningkatan detak jantung, napas cepat, dan demam tinggi yang datang tiba-tiba.

Bagaimana mencegah infeksi pada bekas jahitan?

Jika Anda melahirkan dengan cara operasi caesar, tentu Anda akan mendapatkan bekas jahitan. Bekas jahitan ini membutuhkan waktu 4-6 minggu untuk penyembuhan. Selama masa penyembuhan, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk mencegah infeksi pada luka ini, yaitu:

  • Selalu istirahat yang cukup – Kesibukan mengurus bayi Anda setelah melahirkan mungkin dapat membuat Anda kelelahan dan kurang tidur. Tapi, sebisa mungkin usahakan agar selalu mendapatkan waktu tidur yang cukup. Tidurlah saat bayi Anda tidur.
  • Tidak melakukan aktivitas yang berat – Melakukan aktivitas berat dapat membuat luka sayatan Anda menjadi lebih buruk. Sebaiknya hindari mengangkat beban berat atau melakukan pekerjaan berat sampai bekas luka Anda benar-benar sembuh. Taruhlah segala sesuatu yang Anda butuhkan di dekat Anda, sehingga Anda lebih mudah untuk menjangkaunya, seperti air minum.
  • Menjaga bagian perut dengan baik – Saat Anda batuk, tertawa, atau bersin, sebaiknya peganglah perut Anda (tepatnya di daerah bekas luka) dengan sedikit memberi tekanan. Hal ini untuk menjaga agar perut Anda tidak terguncang berlebihan. Berdirilah dengan tegak saat Anda berjalan.
  • Minum cairan – Tubuh Anda membutuhkan banyak cairan saat proses penyembuhan dan menyusui. Minum banyak cairan juga dapat membantu Anda terhindar dari sembelit.
  • Menjaga pola makan – Nutrisi yang terpenuhi dengan baik dapat mendorong pertumbuhan jaringan yang sehat, sehingga luka bekas sayatan sesar Anda dapat sembuh dengan cepat.
  • Selalu membersihkan luka secara teratur – Pastikan Anda selalu membersihkan luka dan mengganti kain penutup luka. Pastikan juga daerah di sekitar luka Anda tidak lembab. Daerah yang lembab dapat memicu timbulnya infeksi bakteri.
  • Tidak mengenakan pakain yang ketat – Pakaian ketat hanya akan menutup luka sehingga luka lebih sulit untuk kering dan sembuh. Sebaiknya pakailah pakaian yang longgar.
  • Rutin mengonsumsi obat – Jika Anda diberi antibiotik oleh dokter, sebaiknya minum obat tersebut secara rutin. Jangan sampai melewatkannya sampai pengobatan selesai. Jika Anda merasakan sakit pada bekas luka Anda, mungkin Anda perlu mengambil obat antiperadangan untuk meminimalkan rasa sakit dan mencegah peradangan pada bekas sayatan. Sebaiknya, segera periksakan ke dokter.
5 Tips Ampuh Mengecilkan Perut Kembali Rata Setelah Operasi Caesar

5 Tips Ampuh Mengecilkan Perut Kembali Rata Setelah Operasi Caesar

Mengembalikan kondisi tubuh setelah melahirkan caesar memang suatu keinginan setiap ibu, terutama ibu yang melahirkan secara caesar. Mengecilkan bagian tubuh terutama perut tidaklah sulit, hanya membutuhkan ketelatenan yang ekstra.  Ada beberapa tips ampuh yang dapat Anda lakukan untuk mengecilkan bagian tubuh seperti perut  setelah operasi caesar.

Tips mengecilkan perut dan menurunkan berat badan setelah operasi caesar

University of North Carolina, Cristina Muñoz, MD, ahli kebidanan dan kandungan mengatakan “tubuh butuh setidaknya 12 minggu untuk pulih pasca operasi caesar”. Waktu tersebut sangat dibutuhkan untuk memastikan apakah bekas jahitan sudah mulai kering sempurna dan rahim telah kembali ke ukuran normalnya.

Selama masa pemulihan tersebut, Anda tetap bisa kok melakukan berbagai cara berikut demi mengecilkan perut setelah caesar. Antara lain:

1. Selalu konsultasi dengan dokter

Konsultasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat komplikasi yang dapat muncul akibat Anda melakukan cara untuk mengecilkan perut. Jadi sebelum Anda melakukan usaha untuk mengecilkan perut setelah caesar, maka sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter. Setidaknya, tunggulah hingga 6-8 minggu sebelum kembali beraktivitas.

Apabila dokter Anda sudah menyetujuinya, mulailah pelan-pelan dan jangan terburu-buru karena otot-otot Anda masih dalam proses pemulihan.

  2. Menyusui si kecil

Manfaat dari menyusui selain untuk memberi nutrisi si kecil, ternyata efek menyusui ini dapat membuat tubuh bunda kembali turun. Karena pada pada saat bunda menyusui maka akan terjadi pembakaran kalori sekitar 300 hingga 500 dalam seharinya.

Berat badan ibu yang menyusui juga akan lebih cepat turun, dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui. Oleh karena, memberikan si kecil ASI secara eksklusif tak hanya baik untuk tumbuh kembangnya, tapi juga membantu Anda mengecilkan perut dan bagian tubuh lain setelah operasi caesar.

3. Makan makanan sehat

Jika ingin lingkar perut Anda mengecil, maka muai sekarang sebaiknya pilih makanan yang lebih sehat. Inilah supaya usaha mengecilkan perut setelah caesar berhasil, sebaiknya perhatikan juga hal berikut ini:

  • Menghindari dan bahkan tidak mengonsumsi makanan yang cepat saji
  • Tidak mengonsumsi makanan olahan (makanan yang digoreng atau dipanggang)
  • Perbanyak nutrisi dan rendah kalori. Seperti buah, sayur, kacang-kacangan, atau makanan yang mengandung rendah kalori

Semakin tinggi nutrisi yang Anda peroleh, tidak hanya mengecilkan perut dan menurunkan berat badan Anda, melainkan juga baik untuk kesehatan bayi Anda melalui ASI yang lebih sehat.

4. Olahraga di pagi hari

Cara yang cukup ringan dan sederhana dapat Anda lakukan dipagi dengan olahraga jalan kaki. Selain mendapatkan udara segar, jalan kaki juga termasuk alternative untuk mengecilkan perut setelah operasi caesar. Akan tetapi, Anda tidak perlu terburu-buru melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Mulai saja perlahan dengan jalan setiap pagi atau jogging di sekitar rumah.

Jalan kaki di pagi hari juga membantu menyegarkan pikiran dan juga memperbaiki suasan hati, jadi tidak hanya menurunkan berat badan setelah melahirkan. Pikiran tenang, mengurus si kecil pun jadi nyaman.

5. Olahraga peregangan

Tidak hanya jalan kaki di pagi hari. Jika Anda merasakan bosan berjalan di taman atau hanya berjalan kaki dipagi hari, Anda bisa mencoba berbagai gerakan olahraga yang ringan yang cukup mudah dilakukan.

Anda bisa melakukannya secara perlahan namun rutin. Nah, berikut gerakan peregangan yang bisa Anda lakukan untuk mengecilkan perut dan menghilangkan stretch marks setelah melahirkan caesar.

Gerakan peregangan plank

Plank memiliki manfaat untuk memperkencang  dan mengecilkan perut, sehingga gerakan ini cocok dilakukan setelah operasi caesar. Pertama-tama, mungkin Anda disarankan untuk melakukan plank yang sudah dimodifikasi, seperti:

  • Menahan posisi push-up dengan lutut menempel di lantai atau dimatras. Anda bisa menahan posisi ini semampu Anda. Jika Anda merasa nyeri pada luka jahitan caesar, alangkah baiknya hentikan sejenak.
  • Pastikan punggung Anda lurus dan otot-otot berkontraksi. Posisikan senyaman mungkin.
  • Setelah menguasai posisi ini, Anda bisa mencoba posisi plank yang biasa dilakukan oleh orang normal lainnya.
Gerakan peregangan bridge

Posisi bridge selain membantu memperkecil perut, cara ini juga memperkuat otot panggul, pantat, dan paha belakang Anda. Jangan lupa ya, ikuti langkah-langkah di bawah ini supaya tidak terjadi cedera dan bahkan membuat jahitan caesar kembali terbuka.

  • Mulailah dengan berbaring telentang diatas matras
  • Kemudian, tekuk lutut Anda ke bawah dengan tumit yang ditekan. Lakukan secara perlahan.
  • Tubuh bagian bawah Anda akan terangkat dan usahakan untuk tidak menyentuh lantai. Lakukan senyaman mungkin dan jangan terburu-buru.
  • Pertahankan posisi ini selama 30-45 detik. Tetapi jika sudah tidak dapat menahannya Anda dapat mengurangi durasi waktu dan ulangi lagi hingga beberapa kali. Jika dirasa sudah cukup maka hentikan, lanjut di hari berikutnya.
Gerakan peregangan cobra

Posisi cobra ng menyerupai ular cobra ini bisa memperkuat dasar panggul Anda juga. Walaupun termasuk dalam gerakan yoga, Anda bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan instruktur, namun tetap mengikuti aturan yang berlaku ya..

  • Mulailah dengan menempatkan perut dan telapak tangan di lantai atau di atas matras.
  • Angkat kepala dan leher Anda, jangan sampai membuat punggung Anda tegang dan perkecil perut Anda seperti sedang menahan napas. Harus hati-hati ya, karena hal ini akan sedikit menekan bagian perut.
  • Ulangi gerakan ini 4-8 kali. Jika sudah lelah maka hentikan. Jangan terlalu memforsir.

Catatan jika ingin melakukan olahraga peregangan:

  • Pastikan luka jahitan operasi caesar Anda telah kerning secara sempurna. Bagaimana sih mengetahui luka jahitan caesar sudah sembuh? Yang pasti Anda sudah tidak merasakan sakit maupun nyeri pada area luka, serta luka tampak luar maupun bagian dalam itu sudah kering dan menutup secara sempurna.
  • Jangan dipaksakan jika sudah mulai lelah, harus tetap jaga stamina Anda. Karena fokus Anda tidak hanya mengecilkan perut dan juga menurunkan berat badan, tetapi Anda juga harus mengurus si kecil. Jadi sesuaikan dengan porsinya jangan sampai kelelahan, karena dapat menganggu kesehatan Anda

Sangat mudah untuk mengecilkan perut setelah operasi caesar, yang diperlukan hanyalah kemauan dan juga kesabaran dalam melakukan setiap langkah, agar perut dan berat badan menurun setelah operasi caesar.

Sekian informasi terkait tips sederhana untuk mengecilkan perut setelah operasi caesar. Semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih 🙂

Melepas Perhiasan Sebelum Operasi Caesar – Apa alasanya?

Melepas Perhiasan Sebelum Operasi Caesar – Apa alasanya?

Hai bunda, sebelum melakukan prosedur operasi caesar biasanya Bunda akan dimintai untuk tidak mengenakan perhiasan saat berlangsungya prosedur operasi tersebut. Kenapa sih harus melepas perhiasan sebelum operasi? Apakah hal tersebut berbahaya? Mari simak kelanjutannya…

Perhiasan yang Bunda kenakan dapat mengganggu prosedur operasi, walaupun operasi yang dilakukan pada area perut dan juga dapat menyebabkan luka dan memar pada kulit bayi. Biasanya bunda akan lupa melepas perhiasan sewaktu mendekati hari operasi caesar. Saat itu juga biasanya suster akan kesulitan melepasnya karena Bunda yang mengalami edema (pembengkakan) pada jari-jari.

Untuk melepas perhiasan tersebut biasanya mengenakan sabun, benang atau cara lainnya untuk melepas perhiasan seperti cincin di jari-jari Bunda. Setelah melepaskan perhiasan sebelum operasi, selanjutnya Bunda baru diperbolehkan untuk masuk ke ruang operasi untuk melangsungkan proses melahirkan.

Melepas perhiasan sebelum operasi caesar

Melepas perhiasan juga termasuk kedalam salah satu prosedur sebelum menjalani operasi, baik itu operasi caesar atau operasi lainnya. Selain itu perhiasan yang Bunda kenakan bisa meningkatkan adanya kemungkinan infeksi, kenapa hal tersebut bisa terjadi? Karena perhiasan bukan termasuk potongan logam yang telah di sterilkan, jadi akan sangat buruk jika terdapat banyak bakteri jahat. Dan juga perhiasan mengandung banyak sekali mikroba penyebab infeksi.

Perlu di ingat juga bahwa, walaupun perhiasan tersebut merupakan logam akan sangat bereaksi karena adanya perubahan suhu dan juga memiliki potensi penyebab adanya luka bakar. Dan jika perhiasan tersebut terkan bahan kimi apapun yang berada pada ruang operasi, maka dapat menyebabkan permasalahan seperti pembengkakan dan juga mengakibatkan masalah kulit lainnya.

Mengenakan perhiasan saat menjalani operasi juga sangat berbahaya, apabila prosedur operasinya kurang teliti  maka dapat terjadi perhiasan tersebut masuk ke dalam bagian tubuh yang di operasi.

Jadi, untuk mengantisipasi beberapa hal yang tidak di inginkan, maka Bunda dapat melepas perhiasan terlebih dahulu sebelum menjalani operasi caesar. Lebih baik lagi jika sudah melepas perhiasan saat sebelum trimester ketiga kehamilan Bunda.

Tidak hanya dilarang mengenakan perhiasan sebelum operasi caesar, tetapi menjelang operasi caesar, dokter maupun suster biasanya akan menyarankan tidak melakukan waxing pada area kemaluan seminggu sebelum operasi. Hal ini biasanya akan dilakuka telap sebelum operasi caesar dilakukan agar lebih aman karena adanya antiseptic. Jadi sangat membantu untuk mengurangi resiko terkena infeksi.

Selain itu, Bunda juga diharuskan untuk menghapus alat make up maupun kutek, sehingga warna kulit juga dapat terpantau pada saat berlangsungnya operasi. Apabila Bunda mengenakan lapisan kuku palsu, sangat perlu juga untuk segera dilepas sebelum operasi.

Apabila Bunda memakai lensa kontak maupun kacamata, berikan pada pasangan atau suster yang menangani, sehingga Bunda dapat mengenakan kembali untuk melihat bayi Bunda setelah operasi selesai.

Alasan mengapa harus lepas perhiasan saat akan operasi caesar

Persipaan sebelum menjalani operasi caesar tidak hanya tentang rawat inap dan juga puasa sebelum operasi. Melainkan Bunda akan dimintai untuk melepas semua perhiasan sebelum masuk ke ruang operasi. Alasan mengapa harus melepas perhiasan sebelum operasi operasi adalah terkait tentang keselamatan Bunda selama operasi bedah caesar berlangsung. Inilah beberapa alasan mengapa bunda harus melepas perhiasan sebelum operasi caesar.

Mengganggu berlangsungnya prosedur operasi caesar

Apabila dokter memberi perintah untuk melepas semua perhiasan hingga tindikan, jangan ragu untuk menurutinya. Karena, ini ditakutkan dapat mengganggu prosedur operasi caesar yang akan dilakukan atau bahkan membahayakan nyawa Bunda.

Contohnya saja jika Bunda memiliki tindik pada bagian lidah. Maka hal tersebut akan menyulitkan tim medis untuk memasang selang pernafasan yang biasanya akan dilakukan diawal operasi. Jika tindik masih ada di lidah Bunda ketika peralatan tersebut terpasang, bukan tidak mungkin tindikan tersebut justru tertelan dan akhirnya menyebabkan masalah lainnya.

Tindik di bagian tubuh lainnya juga harus dilepas sebelum operasi, tergantung dengan jenis operasi yang dilakukan. contohnya, Bunda akan melakukan operasi caesar yang melibatkan bagian perut, maka tindik yang ada di perut sebaiknya juga dilepas sebelum operasi caesar.

Bengkak selama dan setelah operasi

Menggunakan perhiasan dapat menimbulkan bengkak pada tubuh saat dan setelah operasi. Misalnya saja Anda menggunakan gelang atau cincin yang ukurannya pas dengan jari dan pergelangan tangan Bunda.

Maka hal ini, dapat menyebabkan aliran darah tidak lancar ke bagian tangan karena perhiasan yang Bunda gunakan alias aliran dara menjadi terhambat. Sehingga, bagian tubuh Bunda menjadi bengkak selama dan setelah operasi berlangsung. Tentu hal ini juga tidak baik bagi kesehatan Bunda secara umum.

Risiko infeksi tinggi

Selama operasi caesar dilakukan, seharusnya semua dalam keadaan steril sehingga menurunkan risiko terjadinya infeksi. Akan tetapi, jika Bunda mengenakan perhiasan atau benda metal lain di tubuh Bunda, maka hal ini dapat mempengaruhi ‘kebersihan’ dan membuat area operasi menjadi tidak steril. Hal ini yang kemudian akan menyebabkan infeksi saat operasi caesar berlangsung.

Bagaimana jika tidak bisa melepas perhiasan sebelum operasi caesar?

Pada beberapa kasus, perhiasan mungkin saja dibiarkan terpasang di dalam tubuh. namun memang tergantung dengan operasi apa yang akan dilakukan dan bagian tubuh mana yang akan dioperasi. Contohnya, ketika seseorang memiliki infeksi dalam sendi atau peradangan sendi yang tidak bisa melepaskan cincin dari jarinya. Biasanya, dokter akan membiarkan hal ini, karena nyeri sendi yang pasien alami.

Namun, dalam beberapa kasus yang lainnya, bisa saja dokter melepas paksa perhiasan atau pun tindik yang terpasang karena mengganggu prosedur. Maka dari itu, ketika Bunda melakukan persiapan operasi, sebaiknya tanyakan pada dokter apa saja hal-hal yang harus dilakukan dan perhiasan apa saja yang harus dilepaskan. Lakukan persiapan sebelum operasi dengan tepat.

Persiapan diri sebelum operasi caesar

Saatnya Bunda mempersiapkan diri untuk menjalani operasi caesar. Baik secara fisik maupun mental, inilah yang harus disiapkan sebelum operasi caesar.

1. Menjalani gaya hidup sehat

Kalau Bunda sudah tahu akan menjalani operasi caesar, Bunda harus segera mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Dirangkum dari berbagai penelitian, orang yang menjalani gaya hidup sehat punya peluang keberhasilan operasi lebih besar dan waktu pemulihan lebih cepat.

Pastikan Bunda cukup tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan aktif bergerak. Penting juga untuk berhenti merokok dan minum alkohol sampai Bunda sembuh total.

2. Puasa sebelum operasi caesar

Beberapa hari sebelum operasi dokter akan memberi tahu apakah Bunda perlu puasa dulu sebelum operasi. Pasalnya, perut yang kosong akan membantu kerja bius selama Bunda dibedah. Konsultasikan secara rinci makanan apa saja yang tak boleh dikonsumsi dan kapan puasa harus dimulai. Termasuk apakah Bunda masih harus melanjutkan minum obat yang sudah diresepkan sebelumnya.

3. Pemeriksaan kesehatan sebelum operasi caesar

Biasanya Bunda dimintai untuk melakukan periksa kesehatan dulu di rumah sakit sehari atau beberapa hari sebelum operasi medis. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memantau kesiapan Bunda yang akan menjalani operasi caesar.

4. Tidak memakai perhiasan maupaun aksesoris lain

Melepas semua perhiasan seperti kalung, cincin, dan anting sebelum Bunda menjalani operasi caesar. Bunda juga sebaiknya tidak menggunakan cat kuku atau riasan wajah apapun, segera hapus jika Bunda sedang mengenakan. Gunanya adalah untuk mencegah adanya infeksi bakteri atau kontaminasi dari partikel-partikel asing selama operasi caesar berlangsung.

5. Persiapkan baju ganti yang nyaman

Saat memulihkan diri di rumah sakit setelah operasi, siapkan baju dan pakaian dalam yang longgar, menyerap keringat, dan mudah dilepas dan dikenakan. Terutama kalau setelah operasi nanti pergerakan Anda jadi terbatas.

6. Minta dukungan orang-orang terdekat

Pada saatnya Bunda operasi caesar, percayalah bahwa Anda berada di tangan para ahli dan profesional yang tepat. Sebaiknya Anda juga minta dukungan dan kehadiran orang terdekat selama operasi berjalan. Pastikan ada orang yang nanti akan membantu Anda memulihkan diri setelah operasi selesai, baik di rumah sakit maupun di rumah.

Seks Setelah Operasi Caesar : Kapan waktu yang tepat?

Seks Setelah Operasi Caesar : Kapan waktu yang tepat?

Sebagian besar wanita perlu menunggu setidaknya 6 minggu sebelum berhubungan seks setelah operasi caesar, atau sampai dokter atau bidan mereka mengatakan itu sudah aman dilakukan.

Anda juga mungkin perlu mengambil beberapa tindakan pencegahan dan membuat beberapa penyesuaian untuk aktivitas seksual Anda dalam jangka pendek.

Sebuah operasi caesar, juga dikenal sebagai operasi bedah perut yang melibatkan dokter dan tim medis untuk melakukan persalinan melahirkan bayi melalui sayatan panjang di perut bukan melalui vagina.

Diperkirakan satu dari 4 wanita hamil akan menjalani operasi caesar, dan pertanyaan tentang bagaimana hal itu mempengaruhi aktivitas seksual postpartum yang sangat umum terjadi.

Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa masalah umum, termasuk berapa lama menunggu, apa yang diharapkan, dan jika akan ada peningkatan risiko perdarahan.

Berapa lama menunggu untuk seks setelah caesar?

Biasanya dokter akan memberitahukan kepada pasiennya atau pasangannya kapan aman melakukan hubungan seks setelah operasi caesar.

Meskipun tidak ada jumlah waktu standar yang harus ditunggu oleh seorang wanita sebelum kembali ke kegiatan seksual reguler setelah operasi Caesar. Tetapi, yang terbaik adalah menunggu sampai dokter mengatakan hal itu aman.

Sebagian besar wanita akan mendapatkan “OK” dari dokter pada pemeriksaan 6 minggu pascakelahiran dan mungkin di waktu inilah yang tepat memilih untuk mulai berhubungan seks setelah operasi caesar.

Pada sebuah studi di tahun 2013, yang melibatkan lebih dari 1.500 wanita. Hal ini menunjukan 53% wanita telah mencoba melakukan aktivitas seksual dalam kurun waktu 6 minggu setelah melahirkan melalui operasi caesar. Dan dari Dari 53%, terhitung 41% di antaranya sudah pernah melakukan seks vagina.

Pemulihan setiap orang berbeda, dan langkahnya mungkin bergantung pada apakah sayatan luka caesar luas atau tidak.

Banyak wanita yang telah menjalani operasi caesar memilih untuk menunggu setidaknya 4-6 minggu sebelum berhubungan seks karena mereka mengalami rasa sakit, pendarahan vagina, dan bahkan kelelahan akibat setelah melahirkan caesar.

Wanita juga harus menghindari pemakaian tampon(alat penyerap darah menstruasi)  sampai perdarahan pasca persalinan, atau lochia atau nifas sudah berakhir (selesai).

Tindakan pencegahan risiko komplikasi

Setelah seorang dokter mengatakan bahwa aman untuk mencoba aktivitas seksual, Anda mungkin masih perlu mengambil beberapa tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko komplikasi.

Mungkin ada rasa sakit dan bengkak di sekitar lokasi sayatan, dan kulit di sekitarnya mungkin terasa kencang atau meregang.

Saat tempat sayatan sembuh, akan lebih mudah robek, jadi penting untuk menghindari aktivitas berat, termasuk beberapa aktivitas seksual. Yang terbaik adalah menghindari mengangkat sesuatu yang lebih berat daripada bayi.

Biasanya ada memar yang berat di sekitar lokasi sayatan, dan ini akan perlahan memudar dalam beberapa minggu setelah operas caesar.

Seorang dokter dapat melepaskan staples bedah sebelum seorang wanita meninggalkan rumah sakit, tetapi perut masih akan sangat sakit dan tegang selama beberapa minggu.

Vagina biasanya akan terasa lebih luas, bengkak, atau memar setelah melahirkan. Serviks juga perlu waktu untuk sembuh dan kembali ke ukuran normal sebelum seseorang dapat mulai berhubungan seks atau menggunakan tampon lagi.

Siapa pun yang baru saja menjalani operasi caesar harus diwaspadai tanda-tanda infeksi dan komplikasi lainnya. Tanda-tanda ini termasuk:

  • Mengalami demam lebih 100,4 ° F
  • Sedang sakit parah
  • Sering kencing (air seni bocor)
  • Perdarahan vagina yang berat, seperti pendarahan yang membasahi maxi pad dalam 1 jam
  • Terdapat gumpalan darah besar pada perdarahan.
  • Mengeluarkan cairan berbau busuk dari sayatan
  • Perdarahan hebat atau terus menerus dari sayatan
  • Pembengkakan di sekitar lokasi sayatan
  • Bengkak atau sakit di kaki bagian bawah
  • Sakit saat kencing
  • Muntah, diare atau mual
  • sesak napas
  • gatal-gatal atau ruam
  • Sakit kepala hebat yang datang tiba-tiba dan tidak hilang
  • Kecemasan, depresi atau panik yang tidak dapat dijelaskan
  • Flu berat

Seks setelah operasi caesar

Seks mungkin saja bukanlah prioritas utama setelah bayi lahir. Banyak wanita tidak merasa ingin berhubungan seks selama beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.

Tidak perlu terburu-buru. Sebagian besar wanita dan pasangannya kelelahan dalam mengurus bayi yang baru lahir, jadi seks mungkin tidak masuk peringkat tinggi dalam daftar prioritas utama.

Penting untuk diingat bahwa seks harus menyenangkan. Jika aktivitas seksual menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, yang terbaik maka berhentilah. Hal ini akan menganggu keromantisan Anda.

Jika tempat sayatan terasa sakit, cobalah posisi yang tidak menekan perut wanita.

Perubahan hormon setelah kelahiran dapat menyebabkan kekeringan pada vagina, jadi mungkin ide yang baik untuk menggunakan pelumas.

Jika penetrasi tidak nyaman atau menyakitkan, ini dapat membantu untuk fokus pada aktivitas yang tidak menguntungkan. Beberapa jenis pemanasan, seperti pijatan, juga dapat membantu orang untuk rileks dan menikmati pengalaman mereka.

Sangat penting untuk diingat bahwa setiap orang menyembuhkan secara berbeda. Jika aktivitas seksual menjadi lebih menyakitkan dari waktu ke waktu, bicarakan dengan dokter.

Pada salah satu penelitian melaporkan bahwa tingkat masalah seksual pada ibu pertama kali naik dari 38% sebelum kehamilan menjadi 83% dalam 3 bulan pertama setelah melahirkan. Angka ini turun menjadi 64 % 6 bulan setelah kelahiran.

Dalam satu studi kohort, para peneliti tidak menemukan perbedaan mengenai masalah seksual setelah melahirkan di antara wanita yang melahirkan secara vagina dan mereka yang menjalani operasi caesar.

Namun, hasil studi kohort lain menunjukkan bahwa wanita yang telah menjalani operasi caesar lebih mungkin untuk menunda berhubungan seks lebih lama daripada mereka yang melahirkan secara normal.

Apakah ada peningkatan risiko perdarahan?

Setelah melahirkan, semua wanita mengalami periode perdarahan vagina yang disebut lochia atau nifas. Pendarahan ini berlanjut sampai rahim menyusut kembali ke ukuran biasanya.

Lochia seperti darah merah terang bocor dari vagina. Sebagian besar wanita mengenakan bantalan penyerap ekstra atau pakaian dalam berlapis selama ini.

Perdarahan Lochia akhirnya berubah dari merah terang menjadi merah tua atau merah muda pucat. Seiring waktu, itu memudar menjadi warna oranye atau kekuningan.

Tingkat aktivitas juga dapat memengaruhi periode perdarahan ini. Jika jumlah darah tiba-tiba meningkat, itu mungkin berarti bahwa seorang wanita melakukan terlalu banyak terlalu cepat setelah operasi.

Untuk 1 atau 2 minggu setelah operasi Cesar, seorang wanita juga mungkin melihat beberapa perdarahan ringan berkala dari tempat sayatan.

Aktivitas berat, termasuk seks, dapat meningkatkan risiko membuka sayatan atau mengalami pembekuan darah.

Kontrol kelahiran setelah melahirkan caesar

Secara teknis, seorang wanita bisa hamil segera setelah 3 minggu setelah melahirkan, terlepas dari apakah mereka menyusui si bayi.

Wanita bahkan bisa hamil setelah melahirkan jika mereka belum menstruasi.

Ini berarti bahwa wanita yang mungkin hamil melalui hubungan seksual biasanya ingin menggunakan kontrasepsi.

Banyak wanita kembali ke metode kontrasepsi pilihan mereka. Yang terbaik adalah berbicara dengan dokter atau perawat tentang metode terbaik sebelum meninggalkan rumah sakit atau selama pemeriksaan 6 minggu.

Pemulihan setelah operasi caesar

Setelah operasi caesar, sebagian besar wanita akan menghabiskan waktu sekitar 3-4 hari untuk pulih di rumah sakit setelah operasi caesar mereka.

Setelah 24 jam, dokter atau perawat akan sering merekomendasikan untuk bangun dan bergerak secara perlahan, bahkan hanya untuk pergi ke kamar mandi. Seorang perawat juga dapat menunjukkan cara bergerak yang kecil kemungkinannya menimbulkan rasa sakit dari tempat sayatan.

Dokter dapat meninggalkan pembalut di tempat sayatan setidaknya 24 jam setelah operasi.

Kebanyakan sayatan cesar memiliki panjang antara 10 hingga 20 sentimeter. Mereka berlari secara horizontal melintasi perut, biasanya tepat di atas garis pakaian dalam.

Sebelum seorang Anda meninggalkan rumah sakit, dokter akan memberikan instruksi untuk memastikan bahwa luka sembuh dengan benar dan tetap bebas dari infeksi.

Rawat jalan di rumah pasca melahirkan

Tidak ada waktu yang tepat untuk mulai berhubungan seks lagi setelah operasi caesar.

Namun, serviks perlu waktu untuk sembuh, dan tempat sayatan akan lebih rentan terhadap infeksi di minggu-minggu awal, jadi sebaiknya tunggu sampai dokter mengatakan aman untuk melakukan seks setelah operasi caesar.

Seorang dokter biasanya akan memberikan pemeriksaan kesehatan dekat dengan pemeriksaan 6 minggu, tetapi banyak wanita lebih memilih untuk menunggu lebih lama.

Ambillah segalanya dengan lambat dan komunikasikan apa yang terasa menyenangkan dan apa yang tidak. Jika seks itu menyakitkan, penting untuk mengatakannya. Anda dapat memilih untuk berhenti atau mencoba posisi atau aktivitas yang berbeda.

Jika seks menjadi lebih menyakitkan dari waktu ke waktu alih-alih lebih sedikit, maka yang harus Anda lakukan adalah melakukan konsultasi dengan dokter.

Diet Setelah Operasi Caesar – Makanan Yang Di Hindari Dan Di Makan

Diet Setelah Operasi Caesar – Makanan Yang Di Hindari Dan Di Makan

Banyak ibu-ibu memilih untuk melahirkan melalui operasi caesar yang terjadi sebagai akibat dari komplikasi atau keadaan yang tidak terduga. Proses persalinan dengan operasi caesar bisa sulit dan menyakitkan karena dapat melelahkan ibu baik secara mental dan fisik. Untuk pulih dari operasi, ibu akan membutuhkan istirahat yang cukup dan diet yang terkontrol setelah operasi caesar. Ibu perlu dipantau secara ketat selama beberapa minggu pertama setelah operasi caesar, dan ia harus dibantu untuk pulih secara mental dan fisik dari tekanan persalinan caesar tersebut.

Mengapa Nutrisi Setelah Melahirkan Sangat Penting?

Makanan ibu setelah melahirkan normal maupun caesar menjadi sangat penting bukan hanya karena membantu dalam kesembuhannya yang cepat, tetapi juga karena dia perlu menyusui bayi yang baru lahir. ASI adalah satu-satunya sumber nutrisi untuk bayi selama beberapa bulan pertama, jadi penting untuk memastikan bahwa ibu mendapatkan makanan yang sehat. Nutrisi yang baik bersama dengan istirahat yang cukup juga akan mempercepat penyembuhan dinding perut dan rahim yang dibelah selama operasi Caesar. Diet setelah operasi caesar dengan pemilihan nutrisi yang tepat juga akan membantu ibu menurunkan berat badan yang bertambah selama kehamilan.

Diet Setelah Operasi Caesar Apakah Aman?

Selain memberikan nutrisi yang baik untuk bayi dan membantu penyembuhan tubuh ibu, diet yang baik jugaaman sangat penting untuk pencernaan dan pergerakan usus yang mudah yang tidak membuat perut tegang. Untuk melakukan diet setelah operasi caesar, ibu harus membuat menu pola makan. Diet yang harus diikuti segera setelah melahirkan caesar harus kaya akan nutrisi penting seperti protein, mineral, kalsium, serat, dan zat besi.

Sembelit adalah salah satu masalah utama yang dihadapi wanita setelah melahirkan. Alasannya banyak, seperti tingginya kadar zat besi dalam suplemen prenatal, obat yang digunakan selama operasi, dehidrasi, dan otot-otot panggul yang lemah pasca melahirkan. Namun, alasan lain mengapa ibu baru menderita sembelit adalah psikologis – ketakutan bahwa jahitan mereka akan terpengaruh atau bahwa mereka mungkin terluka.

Untuk memastikan bahwa sembelit bukan karena perubahan fisiologis pasca melahirkan, inilah yang dapat Anda lakukan:

  1. Minumlah cairan hangat.
  2. Makan makanan kaya serat (dijelaskan secara rinci di bawah)
  3. Hindari kafein.

Apa Saja Diet Terbaik Setelah Operasi Caesar?

Menggambaratau mencatat rencana diet dengan apa yang harus dimakan setelah melahirkan sesar dan apa yang harus dihindari harus direncanakan dengan hati-hati. Diet harus merupakan campuran makanan yang akan memasok nutrisi penting dalam jumlah yang cukup kepada ibu. Di bawah ini adalah item yang harus dimasukkan dalam diet ibu setelah operasi caesar untuk pemulihan cepat:

Protein, Mineral, dan Makanan Kaya Kalsium

Protein membantu dalam pertumbuhan sel-sel jaringan baru yang mempercepat proses penyembuhan jaringan yang telah rusak.Makanan kaya protein memudahkan perbaikan jaringan dan mempertahankan kekuatan otot pasca operasi. Kalsium, di sisi lain, memperkuat tulang dan gigi, melemaskan otot, membantu pembekuan darah dan mencegah osteoporosis. Selama menyusui, 250 hingga 350 mg kalsium ditransfer ke bayi yang baru lahir. Protein, kalsimum dan mineral yang dapat dipilih antara lain:

  • Produk susu rendah lemak seperti susu skim, yogurt rendah lemak, keju, kacang-kacangan dan kacang polong kering adalah cadangan protein dan vitamin yang sangat baik.
  • Dada ayam kaya akan kandungan protein.
  • Biji wijen kaya akan zat besi, tembaga, kalsium, fosfor dan magnesium.

Makanan Gandum Utuh

Makanan biji-bijian utuh seperti pasta, roti merah dan nasi merah harus menjadi bagian dari diet Anda karena kaya akan karbohidrat yang membantu menjaga tingkat energi dan produksi ASI. Produk gandum utuh yang diperkaya memiliki zat besi, serat dan asam folat yang sangat penting dalam tahap awal perkembangan bayi. Ibu yang mengalami malam tanpa tidur dan iritasi di pagi hari harus memulai hari mereka dengan sarapan sereal gandum.

Makanan yang kaya Vitamin

Vitamin kaya akan antioksidan dan membantu memperbaiki jaringan. Vitamin membantu produksi kolagen dalam tubuh yang membantu membangun jaringan parut, ligamen, dan kulit baru.

  • Sayuran seperti brokoli, bayam dan daun fenugreek adalah sumber vitamin A dan C yang baik, kalsium makanan dan zat besi.
  • Sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pepaya, semangka, stroberi, grapefruits, dan ubi kaya akan vitamin C, yang membantu memerangi infeksi dan memperkuat kekebalan tubuh.

Makanan yang kaya serat

Konstipasi dapat menunda proses penyembuhan dengan memberi tekanan pada luka dan sayatan, dan serat adalah nutrisi yang diperlukan yang mencegah sembelit dengan memastikan buang air besar tanpa gangguan.

  • Buah-buahan dan sayuran mentah menambah serat pada makanan dan memberi kelegaan dari sembelit.
  • Oat dan ragikaya akan kandungan serat dan kaya akan sumber karbohidrat, kalsium, protein, dan zat besi.
  • Lentil, kacang hijau dan kacang-kacangan juga dapat dimasukkan dalam makanan karena kandungan protein dan seratnya.

Makanan yang mudah dicerna

Tubuh menumpuk banyak gas setelah melahirkan. Ibu baru harus berhati-hati untuk tidak makan makanan yang menyebabkan gas berlebihan dan sembelit. Selama periode setelah operasi Caesar, Anda harus menghindari konsumsi junk food dan minuman berkarbonasi dan sebaiknya mengonsumsi makanan seperti sup, keju cottage, kaldu, yoghurt, dan barang-barang lainnya yang mudah dicerna oleh tubuh.

Makanan yang kaya zat besi

Zat besi mempertahankan kadar hemoglobin dalam tubuh dan membantu mendapatkan kembali darah yang hilang selama proses pengiriman. Zat besi juga membantu fungsi sistem kekebalan tubuh. Makanan seperti kuning telur, daging merah, tiram, hati sapi dan buah-buahan kering merupakan sumber zat besi yang kaya. Asupan zat besi yang direkomendasikan untuk wanita di atas 19 tahun adalah 9 mg per hari. Konsumsi zat besi yang berlebihan dapat menyebabkan konstipasi dan harus dihindari.

Cairan

Minum banyak cairan membantu mencegah dehidrasi dan sembelit. Asupan cairan yang baik membantu memperlancar buang air besar dan membantu pemulihan pasca operasi. Cairan seperti air kelapa, susu rendah lemak, jus non-sitrus, teh herbal, buttermilk, dan sup adalah sumber nutrisi penting yang baik. Anda juga harus mengonsumsi 8 hingga 10 gelas air setiap hari.

Cairan seperti minuman yang diperkaya kalsium, yoghurt rendah lemak, dan susu meningkatkan persediaan ASI Anda, yang merupakan komponen penting dari makanan harian bayi. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman berenergi harus dihindari karena dapat masuk ke ASI dan memengaruhi tidur bayi Anda.

Produk Susu

Produk susu rendah lemak seperti susu skim, yogurt rendah lemak, dan keju memberikan dosis protein, kalsium, dan vitamin B dan D. Mineral ini sangat penting untuk ibu menyusui, dan setidaknya 500 ml produk susu harus dikonsumsi setiap hari.

Sayuran dan Buah

Sementara semua buah-buahan dan sayuran bermanfaat bagi ibu baru, sayuran hijau sangat baik karena mengandung vitamin, zat besi dan kalsium. Selain kacang, bayam, dan brokoli, merupakan ide bagus untuk memasukkan batang teratai dan fenugreek dalam rencana makan. Jamur dan wortel adalah sumber protein yang baik untuk vegetarian. Ibu menyusui dapat memperoleh manfaat dari sifat antioksidan dari blueberry dan kebaikan buah jeruk yang kaya vitamin C.

Makanan Lainnya

Selain dari makanan yang tercantum di atas, termasuk rempah-rempah dan bumbu yang merupakan bagian integral dari masakan India akan membantu ibu baru mengatasi tuntutan fisik melahirkan. Jinten, fenugreek, kunyit, jahe dan bawang putih, dan biji karom ( ajwain ) adalah beberapa rempah yang memiliki khasiat obat. Sementara beberapa seperti ajwain adalah anti-bakteri dan anti-jamur, yang lain seperti kunyit membantu mengurangi peradangan.

Makanan Diet Versi India Setelah Operasi Caesar – Rempah untuk Pemulihan

Makanan India kaya akan nutrisi seperti protein, kalsium, zat besi dan vitamin, dan rencana diet yang baik yang terdiri dari makanan India dapat memenuhi kebutuhan nutrisi ibu yang baru pulih pasca operasi caesar. Makanan yang biasa digunakan di India seperti biji fenugreek, biji adas, biji jintan, labu ridge, bayam, masoor dal , oat dan daliya membantu meningkatkan produksi susu pada ibu.

Rempah-rempah India, ketika ditambahkan ke makanan ibu, membantu dalam pemulihan cepat setelah melahirkan caesar.

  • Hing/ Asafoetida : Penambahan engsel pada diet pasca-kehamilan akan membantu pencernaan yang lebih baik dan mengurangi masalah gas / perut kembung yang dihadapi setiap ibu setelah melahirkan.
  • Jeera Jeera membantu pencernaan dan juga membantu dalam produksi susu.
  • Biji Ajwain/ Carom : Konsumsi ajwain juga membantu pencernaan dan lunak terhadap sistem pencernaan. Minyak aromatik dari ajwain dilepaskan dalam ASI yang membantu mengatur gerakan dan pencernaan bayi.

Makanan apa yang Harus Dihindari Setelah Operasi Caesar?

Posting C-bagian, kegiatan biasa Anda dibatasi karena Anda disarankan untuk beristirahat. Karena Anda tidak akan dapat melakukan banyak aktivitas fisik apa pun, penting untuk mengontrol apa yang Anda makan dan menghindari mengonsumsi apa pun yang akan membutuhkan waktu lama untuk dicerna dan meningkatkan kelelahan. Selain itu, untuk pulih dari stres akibat persalinan, tubuh membutuhkan makanan bergizi dan ringan yang melengkapinya dengan mineral yang diperlukan dan membantu menghindari dampak buruk. Sama seperti daftar makanan yang direkomendasikan, ada item makanan yang harus dihindari setelah melahirkan.

  • Hindari makanan pedas karena dapat menyebabkan masalah lambung dan bayi mungkin juga mendapatkan rasa dalam ASI.
  • Minuman berkarbonasi dan jus jeruk tidak boleh dikonsumsi karena dapat menyebabkan gas.
  • Konsumsi minuman berkafein seperti kopi dan teh harus dibatasi karena kafein dapat menyebabkan masalah dalam pertumbuhan bayi.
  • Alkohol harus dihindari karena dapat mengganggu kemampuan ibu untuk menyusui, dan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi.
  • Jauhi makanan yang menghasilkan gas. Makanan seperti urad dal, cholechawali , rajma , chana , besan , acar, kacang hijau, kacang polong dan sayuran seperti kembang kol, kol, bhindi , brokoli dan bawang harus dihindari setidaknya 40 hari sejak hari pasca operasi caesar.
  • Makanan dingin dan mentah harus dikeluarkan dari menu.
  • Makanan fermentasi, gorengan, dan cepat harus dihindari sepenuhnya.
  • Hindari gheedan beras untuk 3-4 hari pertama setelah operasi caesar.

Tips Penting untuk Mendapatkan yang Terbaik dari Diet Pasca Operasi Caesar Anda

Berikut ini adalah beberapa tips dasar yang perlu diingat sehubungan dengan diet Anda untuk mendapatkan yang terbaik dari apa yang Anda makan:

  • Alih-alih mengonsumsi tiga makanan berat sepanjang hari, sebarkan makanan Anda sepanjang hari dan cobalah makan lima hingga enam kali.
  • Pertahankan jarak dua jam di antara waktu makan. Jika Anda merasa lapar, makanlah beberapa buah atau kacang untuk menunda rasa lapar sementara.
  • Luangkan waktu untuk mengunyah makanan dengan benar sebelum menelan alih-alih menelannya sekaligus. Mintalah anggota keluarga Anda untuk menjaga bayi Anda sementara itu agar Anda dapat memiliki makanan yang tenang. Pastikan dikunyah hingga halus.
  • Tidur kapan saja memungkinkan. Tidur yang baik mungkin sulit dengan bayi yang baru lahir, tetapi pastikan untuk sering tidur siang karena tidur akan membantu tubuh Anda memperbaiki dan menyembuhkan lebih baik dan lebih cepat.
  • Hindari makanan yang tidak dimasak di rumah. Hanya konsumsi makanan buatan rumah dan sertakan banyak bahan segar dalam makanan Anda.

Waktu setelah operasi caesar bisa sulit dan menantang. Penting untuk tetap mengontrol diet untuk mempercepat pemulihan tubuh dan juga luka jahitan caesar. Pola makan yang baik dan bergizi dapat membantu memulihkan diri dari operasi dan menjaga Anda dan bayi tetap sehat.

Sekian informasi terkait diet pasca operasi caesar, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan Anda. Terimakasih:)